Stres Duluan Sebelum Ajak Anak Makan?

“Ketika jam makan tiba saya sudah stres duluan nih, takut anaknya gak mau makan lagi.”

“Anakku mau makan hanya jika sambil nonton atau main gadgetnya.”

“Kalau anakku makan mesti sambil jalan-jalan keliling komplek, kalau gak pasti gak mau makan? Atau teriak-teriak. Ampun dah sekali makan bisa berjam-jam.”

“Babyku baru mau mulai Mpasi tapi deg-degan juga nih takut mau makan ga ya?”

“Kalau anakku mau makan jika ada snack tambahan.”

Hi Bunda... Apakah Bunda sedang mengalami masalah seperti di atas?

Aduh sepertinya pengen segera ada solusi untuk masalah yang dihadapi setiap hari seperti ini ya bun. Lelah, stress dan khawatir juga akan asupan gizi anaknya. Maunya ya anak kalau diajak makan ayuk langsung makan di meja makan dan selesai makan baru mulai main lagi. Setuju ya bun?

Saya ingin berbagi cerita dengan bunda, lima tahun lalu saya juga merasakan apa yang bunda rasakan bahkan semenjak anak pertama kami lahir.

Iya, saya kesulitan menyusui karena ada masalah dengan lidah bayi kami (istilah medisnya tongue tied). Setiap hari saya selalu mengkhawatirkan asupan gizinya. Saya menyusui terus hampir setiap jam dengan durasi satu sampai dua jam sekali menyusui dengan menahan sakit yang saya rasakan.

Namun saya sudah tekad hanya memberikan ASI maka saya melewatinya sambil mencari solusi akan permasalahan yang saya hadapi. Singkat cerita saya berhasil melewatinya. Saya bisa memberikan ASI eksklusif 6 bulan kepada bayi kami.

Memasuki masa Mpasi adalah hari yang paling saya tunggu-tunggu juga khawatirkan.

Saya sangat takut apa bisa berjalan lancar ya? Apa anakku bisa langsung mau makan ya? Apa makanan yang saya siapkan sudah bisa dicerna dengan baik ya?

Apakah Bunda juga merasakan hal yang sama?

Beberapa hari setelah Mpasi, anak kami mengalami diare berat dan muntah-muntah. Dan pada akhirnya saya harus menunggu hampir 3 minggu lagi untuk bisa perlahan memperkenalkan ulang makanan padat lagi kepadanya.

Dengan mimik muka yang ragu dan mungkin ada rasa trauma, bayi kami tidak mau makan. Kalaupun ada makanan yang masuk itu pun beberapa suap saja. Dan hanya ingin mencoba satu jenis makanan saja.

Saya menjadi makin stres dan khawatir akan asupan gizinya yang pada akhirnya membuat saya menggunakan segala cara agar ia mau makan. Mulai dari sedikit memaksa, porsi yang banyak, saya menjadi sangat dominan dan serius ketika ajak anak kami makan.

Lalu apakah cara ini berhasil? Tidak tentunya, yang ada saya yang stres dan sampai agak emosi ketika bayi kami gak mau makan.

Saya sadar cara ini tidak tepat, maka saya mulai mencari informasi, bagaimana proses makan ini berjalan lancar dan menyenangkan tanpa paksaan.

Setelah melalui berbagai trial dan error serta seiring berjalannya waktu saya berhasil membuat semua ini menjadi menyenangkan dan bebas stres. Anak kami menjadi suka makan dan sangat menikmati jam makannya tanpa harus diiming apapun juga.

Karena saya sudah berhasil menerapkan apa yang saya pelajari ke anak pertama kami, maka untuk anak kedua kami saya hanya tinggal mengulangi apa yang sudah saya terapkan kepada kakaknya. Hanya saja beda anak beda selera dan beda porsi makan.

Sebenarnya sangat sedih setiap kali mendengarkan keluhan orangtua ketika anaknya susah makan. Saya menjadi terdorong untuk berbagi apa yang sudah saya alami kepada semua bunda yang membutuhkannya. Saya sadar dengan bercerita dari satu bunda ke bunda lainnya membutuhkan waktu yang sangat banyak untuk merealisasikannya.


Oleh karena itu saya memutuskan untuk menuangkan apa yang saya rasakan dan terapkan ke dalam sebuah buku.

Buku ini berjudul “Membuat Anak Suka Makan.”

Rp 65.000

Di dalam buku ini saya juga mengungkapkan bukan hanya makanan yang menjadi fokus utama ketika memberikan anak makan namun pola pemberian makan juga sangat menentukan.


Selain itu, buku ini juga mengungkapkan:

    • Bagaimana bunda bisa memulai dengan benar …. di halaman 17
    • Mengapa membentuk pola makan anak itu penting ….di halaman 33,
    • Bagaimana membiasakan pola makan yang sehat pada anak dengan membangun relasi yang baik di jam makan….di halaman 52,
    • Bagaimana bekerja sama dengan pengasuh untuk menjaga dan mengawasi pola makan anak….di halaman 64,
    • Bagaimana cara memberikan Makanan Pendamping Asi (MPASI) dan kapan harus memulainya sehingga Bunda bisa menerapkan cara itu saat memulai MPASI ….di halaman 67,
    • Bagaimana cara mengetahui makanan yang aman dan tidak aman untuk anak sehingga Bunda bisa memastikan keamanan makanan si kecil….di halaman 82,
    • Pentingnya memperkenalkan Table Manner kepada anak sejak MPASI….di halaman 83,
    • Plus bonus pengolahan makanan yang aman dan sehat untuk si kecil, yang bisa Bunda terapkan di rumah….di halaman 89.

Harga Spesial untuk 100 Buku Pertama:

Rp 65.000

Jika Bunda Sedang ……

- Mempersiapkan Mpasi untuk bayi bunda

- Sedang mengalami kendala dalam memberikan Mpasi seperti contoh di atas,

- Sedang stres mengahadapi anak yang sedang susah makan,

Maka buku ini sangat cocok buat bunda.

    Temukan Rahasianya sekarang juga

    ISBN: 978-602-74969-3-4

    Harga Spesial untuk 100 Buku Pertama:

    Rp 65.000

    01
    Days
    12
    Hours
    25
    Minutes
    06
    Seconds

    Dengan bahasa yang sederhana, buku ini sangat mudah dipahami. Bahkan, Bunda bisa membacanya saat sibuk. Kalau Bunda ingin langsung mempraktikkannya sama si kecil juga bisa.

    Di samping cocok buat full time mom dan full time dad, buku ini juga cocok buat working mom dan working dad. Pasangan baru, ibu hamil, dan siapa pun yang peduli pada proses tumbuh kembang anak juga bisa membaca buku ini.

    "Buku ini menjadi bacaan yang pantas direkomendasikan bagi siapa saja (ibu, ayah, nenek, bahkan pengasuh bayi dan ‘pemerhati’ makanan bayi) yang akan atau sedang menghadapi masa-masa ‘emas’ pemberian MPASI dilanjutkan dengan makanan keluarga.

    Pengalaman mom Dwi yang dituangkan dalam buku ini bisa jadi juga dialami kita: problem menyusui, kegalauan memantau kenaikan berat badan bayi yang tidak seperti harapan, penolakan bayi terhadap menu MPASI yang sudah ‘susah payah’ kita sajikan, leganya hati saat anak terlihat sukadan menikmati masakan kita, dan seterusnya."

    —dr Wiyarni Pambudi@drOei | Ibu dua (remaja) putri, dosen, dokter spesialis anak dan konsultan laktasi
    John Doe UI/UX Designer

    “Hadirnya buah hati tentu bukan hanya sekadar untuk melangsungkan keturunan tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab kita atas titipan Tuhan. Karena itu, sudah sewajarnya kita sebagai orangtua bisa lebih cermat dalam memberikan perhatian. Bukan hanya melalui pendidikan, tetapi bisa juga dari segi asupan.

    Dwi Noviani melalui buku ‘Membuat Anak Suka Makan’ mampu membagikan pengalamannya kepada pembaca dengan sangat menarik. Mengupas permasalahan yang sering dikeluhkan orangtua terutama para ibu. Ibu dari dua anak ini juga berbagi cara untuk mengatasi anak yang sulit makan. Baca buku ini, perjuangkan mimpi Anda, dan berkaryalah untuk negara kita tercinta. Indonesia, Pasti Bisa!”

    —Merry Riana

    Motivator Wanita No.1 di Indonesia & AsiaTokoh Inspirasi Buku & Film MERRY RIANA: Mimpi Sejuta DolarTV Host I'm Possible on Metro TVRadio Host The Merry Riana Show on Sonora Networkwww.MerryRiana.com

    John Doe UI/UX Designer

    “Buku ini keren banget. Enak dibaca dan terasa sekali ditulis dengan keinginan berbagi yang tulus dari seorang ibu. Saya merekomendasikan buku ini untuk para ibu muda, terutama yang kesulitan dengan proses memberi makan pada anak. Membaca buku seperti seorang saudari kita sedang bercerita tentang kisahnya dan menginginkan yang terbaik untuk kita dan sang buah hati.”

    —Priska Devina Denelle (45 tahun)

    Pemerhati parenting, penulis Antologi Anakku Matahariku, antologiMIIS 'Menyusui itu Seruu!' dan dua buku lainnya

    John Doe UI/UX Designer

    “Wah…sebagai orangtua saya sangat senang sekali dengan kehadiran buku ini. Karena selama ini banyak orangtua yang tidak tahu cara mengatur gizi anak. Tepatnya kehadiran buku akan membuat orangtua kreatif cari solusi sehat. Bravo buat buku ini.”

    Melly Kiong

    Praktisi Mindful ParentingFounder Komunitas eMKa LandPendiri Rumah Emak eMKa

    John Doe UI/UX Designer

    “Sebagai seorang ibu, terkadang kita mengalami kesulitan mengajak anak picky eaters untuk makan makanan sehat apalagi duduk manis makan bersama di meja makan. Banyak ibu yang akhirnya menyerahkannya pada gadget canggih sebagai solusi agar anak mau makan. Padahal, momen makan bersama ini penting untuk menanamkan nilai-nilai buat anak. Jadi gimana dong? Temukan solusinya di sini. Jika Anda peduli pada perkebangan dan masa depan anak Anda…beli buku ini!”

    —Ellen May

    @pakarsahamAuthor of best-selling Smart Traders Not Gamblers& Smart Trader Rich InvestorProud mom of two daughters

    John Doe UI/UX Designer

    “Saat saya membaca buku tulisan Dwi ini, ada banyak emosi bermunculan. Emosi terkuat adalah kekaguman saya kepada Dwi. Saat saya seusia Dwi, saya tidak memiliki pengetahuan, prioritas, dan mental seperti Dwi. Jadi, bravo untuk Dwi dan Agus (saya yakin peranan suaminya pasti luar biasa pula).

    Emosi lain yang muncul adalah ‘menyesal’. Kenapa saya tidak ‘terpikir’ melakukan apa yang Dwi lakukan untuk kedua buah hatinya. Wahh, andaikan buku ini sudah terbit 15 tahun lalu, pasti saya sudah jadi ibu yang lebih baik. Walaupun terlambat mendapat pencerahan dari buku ini, tapi saya jadi termotivasi untuk meningkatkan kualitas makanan anak dan suami saya. Btw, saya akhirnya sign up untuk belajar masak, lho.

    Thank you Dwi for sharing this with us. You are awesome…Buku ini keren sekali. Wajib dibaca terutama para mommies muda yang sedang berjuang memberikan asupan yang baik untuk putra-putrinya.”

    —Tju Wei Wei

    www.theKEYtoFinancialFreedom.comFounder Building Wealth Academy

    John Doe UI/UX Designer

    “WOW buku wajib, bagi para ibu…! I have to say absolutely adore your book…semua dijabarkan dengan sangat detail bersama rasa dan emosionalnya sehingga membuat buku ini ‘hidup’. I think you’ve described the process well…Good Read!”

    Naomi Susan

    The Young Super EntrepreneurThe Author of Best Seller book Be Negative!A mother of 3 princessesCommissioner of OVIS Group


    Salam Sayang,

    Dwi Noviani

    Full time mom

    Ibu dari dua anak Ewen dan Eshin

    Proses menjadi FTM membuatnya selalu ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya, termasuk pola makan.

    Seiring berjalannya waktu menemani kedua buah hatinya, Dwi menemukan ada kaitan erat antara pola pemberian makan dengan pola makan anak.

    PT. Penerbit Buku Aquarius Jl. Perjuangan no 88 Komplek Graha Kencana Blok GK Unit 6B Kebon Jeruk - Jakarta Barat 0215359082 | 081282032608